Dafoxa 10 mg

Indonesia • Dexa Medica

Indikasi

Diabetes melitus tipe 2. Terapi kombinasi tambahan.Dapagliflozin diindikasikan pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2 untuk meningkatkan kontrol glikemik dalam kombinasi dengan:

  • Metformin.
  • Pioglitazone.
  • Sitagliptin (dengan atau tanpa metformin).
  • Gliclazide, glimepiride, atau glyburide (dengan atau tanpa metformin).
  • Insulin (tunggal atau dengan dua obat antidiabetes oral).

ketika terapi yang sedang berlangsung, bersamaan dengan diet dan olahraga, tidak memberikan kontrol glikemik yang memadai.

Komposisi

Tiap tablet salut selaput mengandung:
Dapagliflozin 10 mg

Kemasan

Kotak, 3 blister x 10 tablet salut selaput

Bentuk Sediaan

Tablet

Klasifikasi ATC

A10X

Perhatian

Alkohol
Konsultasikan ke Dokter Anda
Keamanan item ini untuk digunakan bersamaan dengan alkohol belum ditetapkan.
Alat Berat
Hati-Hati
Item ini mungkin tidak aman digunakan saat mengoperasikan alat berat. Gunakan dengan hati-hati dan setelah berkonsultasi dengan dokter.
Masa Kehamilan
Tidak Direkomendasikan
Item ini tidak boleh digunakan selama masa kehamilan.
Menyusui
Tidak Direkomendasikan
Item ini tidak aman digunakan selama menyusui.
Perhatian

Dapagliflozin tidak boleh digunakan pada pasien dengan diabetes melitus tipe 1 atau untuk pengobatan ketoasidosis diabetik.

Gangguan Fungsi Ginjal

Pengobatan diabetes melitus

Efikasi glikemik Karena efikasi glikemik bergantung pada fungsi ginjal, dan efikasi berkurang pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal sedang dan kemungkinan tidak ada efikasi pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat. Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal sedang (GFR <60 ml/menit), proporsi pasien yang diobati dengan dapagliflozin lebih tinggi mengalami efek samping berupa peningkatan kreatinin, fosfor, hormon paratiroid dan hipotensi.

Untuk menigkatkan kontrol glikemik dalam pengobatan diabetes melitus, dapagliflozin tidak boleh mulai diberikan pada pasien dengan GFR <60 ml/menit dan harus dihentikan pada GFR yang persisten di bawah 45 ml/menit. Dapagliflozin belum diteliti untuk kontrol glikemik pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat (GFR<30 ml/menit) atau end stager renal disease (ESRD). Pemantauan fungsi ginjal dianjurkan sebagai berikut:

  • Sebelum memulai dapagliflozin dan setidaknya setiap tahun sesudahnya.
  • Sebelum dimulainya produk obat yang diberikan secara bersamaan.
  • Untuk fungsi ginjal dengan GFR 60 ml/menit, minimal 2 sampai 4 kali per tahun.

Gangguan Fungsi Hati

Paparan dapagliflozin meningkat pada pasien dengan gangguan fungsi hati berat.

Ketoasidosis

Pasien yang diobati dengan dapagliflozin yang menunjukkan tanda-tanda dan gejala-gejala ketoasidosis yang konsisten, termasuk mual muntah, sakit perut, malaise dan sesak napas, harus dinilai untuk ketoasidosis, meskipun kadar glukosa darah di bawah 14 mmol/l (250 mg/dl). Jika dicurigai ketoasidosis, penghentian obat atau penghentian sementara dapagliflozin harus dipertimbangkan dan pasien harus segera dievaluasi.

Infeksi Saluran Kemih

Eksresi glukosa dalam urine dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi saluran kemih; oleh karena itu, penghentian sementara dapagliflozin harus dipertimbangkan saat perawatan pielonefritis atau urosepsis.

Penggunaan pada Pasien yang Berisiko Mengalami Penurunan Volume dan/atau Hipotensi

Karena mekanisme kerjanya, dapagliflozin meningkatkan diuresis yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah sedang, yang mungkin lebih jelas pada pasien dengan kadar gula darah yang sangat tinggi. Perhatian harus dilakukan pada pasien karena dapagliflozin dapat menimbulkan risiko penurunan tekanan darah, seperti pasien yang menggunakan terapi antihipertensi dengan riwayat hipotensi atau usia lanjut.

Pasien Usia Lanjut

Pasien usia lanjut mungkin berisiko lebih besar mengalami penurunan volume dan lebih mungkin diobati dengan diuretik. Pasien usia lanjut lebih cenderung mengalami gangguan fungsi ginjal, dan/atau diobati dengan produk antihipertensi yang dapat menyebabkan perubahan fungsi ginjal seperti angiotensin-converting enzyme inhibitor (ACEI) dan angiotensin II type 1 receptor blocker (ARB).

  • Peningkatan hematokrit teramati dengan pengobatan dapagliflozin.
  • Dapagliflozin belum diteliti dalam kombinasi dengan analog glucagon-like peptide 1 (GLP-1).
  • Tablet salut selaput obat ini mengandung lactose anhydrous. Pasien dengan gangguan herediter intoleransi galaktosa yang langka, defisiensi laktase total atau malabsorbsi glukosa-galaktosa sebaiknya tidak menggunakan obat ini.

Dosis

Dosis yang dianjurkan adalah dapagliflozin 10 mg sekali sehari untuk terapi kombinasi tambahan dengan metformin, pioglitazone, sitagliptin (dengan atau tanpa metformin), atau gliclazide, glimepiride, atau glyburide (dengan atau tanpa metformin); atau insulin (tunggal atau dengan dua obat antidiabetes). Ketika dapagliflozin digunakan dalam kombinasi dengan pemicu sekresi insulin seperti gliclazide, glimepiride, atau glyburide, dosis obat pemicu sekresi insulin yang lebih rendah dapat dipertimbangkan untuk mengurangi risiko hipoglikemia.

Cara Pemberian:
Dapagliflozin dapat diminum sekali sehari kapan saja dengan atau tanpa makanan. Tablet salut selaput harus ditelan utuh.

Gangguan Fungsi Hati

Penyesuaian dosis tidak diperlukan untuk pasien dengan gangguan fungsi hati ringan atau sedang. Pada pasien dengan ganguan fungsi hati berat, dosis awal 5 mg dianjurkan. Jika ditoleransi dengan baik, dosis dapagliflozin dapat ditingkatkan menjadi 10 mg.

Gangguan Fungsi Ginjal

Karena efikasi glikemik bergantung pada fungsi ginjal, dapagliflozin tidak boleh mulai diberikan untuk meningkatkan kontrol glikemik pada pasien dengan GFR <60 ml/menit, dan harus dihentikan pada GFR yang persisten di bawah 45 ml/menit.

Usia Lanjut (≥65 tahun)

Secara umum, tidak ada penyesuaian dosis yang dianjurkan berdasarkan usia. Fungsi ginjal dan risiko penurunan volume harus diperhitungkan.

Anak-Anak

Keamanan dan efikasi dapagliflozin pada anak usia 0 sampai <18 tahun belum ditetapkan. Tidak ada data yang tersedia.

* Informasi produk lebih lengkap, lihat leaflet dalam kemasan