Corporate News – PT Ferron Par Pharmaceuticals bersama Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) menggelar Cardio-Vascular Metabolic (CVM) Summit bertajuk “1st Ferron CVM Summit”. Pada acara ini, Ferron juga meluncurkan produk anti-diabetes terbarunya yang bermerek Fliptin.
Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Dexa Group Bapak Ferry Soetikno, Komisaris Utama Dexa Group Ibu Gracianti Soetikno, Farmakolog Molekuler yang juga Business Development and Scientific Affairs Director Dexa Group Prof. Raymond R Tjandrawinata, Guru Besar dan Dokter Spesialis Endokrin, Metabolik dan Diabetes Prof. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, Ketua Umum PERKENI Prof. Ketut Suastika, serta Ketua PERKENI dan PAPDI cabang Makasar Prof. Andi Makbul Aman. Hadir pula Plh. Direktur P2PTM Kementerian Kesehatan dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MH yang mewakili Wakil Meteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono, Ph.D.
Pimpinan Dexa Group Bapak Ferry Soetikno menyampaikan bahwa semakin banyaknya penduduk Indonesia, sejalan dengan peningkatan jumlah pasien. Oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi yang penting antara PERKENI dengan Dexa Group untuk Kesehatan masyarakat.
“Komitmen kami adalah konsisten menghadirkan produk-produk bermutu sesuai dengan kebutuhan pasar,” tutur Bapak Ferry dalam sambutannya pada acara pembukaan, di Titan Center Bintaro, Sabtu (6/7/2024).
Beliau juga menyatakan bahwa sebenarnya industri farmasi Indonesia mampu tampil dan bersaing di dunia. Hal ini sudah dibuktikan dengan adanya produk-produk Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang telah berhasil bersaing di mancanegara.
Selanjutnya dr. Theresia Sandra Diah Ratih dari Kementerian Kesehatan memaparkan soal Transformasi Kesehatan Nasional. Dia menjelaskan bahwa, penyakit diabetes saat ini menjadi epidemi global yang terus meningkat sehingga menjadi isu yang diprioritaskan di Kementerian Kesehatan.
Dalam penjelasannya, 3 dari 4 penderita diabetes tidak mengetahui bahwa mereka merupakan penderita diabetes dan yang bersedia untuk berobat secara teratur hanya 30% dari seluruh jumlah penederita diabetes. Hal ini akan berdampak pada komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan, dan komplikasi organ lainnya sehingga mempengaruhi kualitas hidup yang menurun.
“Kita diminta untuk bisa melakukan pengobatan yang komperhensif termasuk dengan edukasi agar jumlah pasien diabetes dapat terkontrol. Ini merupakan tugas bersama yang harus kita sukseskan,” kata dia.
Fliptin, Obat Anti-Diabetes dengan Risiko Hipoglikemia Rendah Diluncurkan
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan peluncuran produk Fliptin yang memiliki kandungan aktif Sitagliptin. Sitagliptin efektif memperbaiki profil glikemik dengan risiko hipoglikemia rendah. Fliptin bioekuivalen dengan originator dan dikonsumsi dengan dosis cukup satu kali per hari sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam meminum obat.
Pada sesi diskusi panel yang dimoderatori oleh Prof. Dr. dr. Andi Makbul Aman, SpPD, K-EMD, FINASIM, Prof. Raymond Tjandrawinata menjelaskan tentang masalah Utama dari perkembangan penyakit diabetes saat ini yang diakibatkan oleh resesi insulin yang selalu berkembang dan terkadang tidak kita perhatikan. Hal ini dikarenakan obat resistensi insulin yang sudah tidak banyak dan sering dianggap sebagai obat kuno.
“Akibat dari revolusi manusia saat ini, semakin lama akan semakin banyak yang harus kita periksa karena epigenetic kita berkembang setiap saat sehingga sudah tidak bisa hanya dengan menggunakan cara lama seperti mengurangi gula dari makanan,” papar Prof. Raymond.
Prof Ketut Suastika dan Prof Sidartawan Soegondo juga menyampaikan pentingnya perawatan interdisipliner dan inklusif bagi diabetesi. Diskusi ini pun menegaskan pentingnya kolaborasi untuk kesehatan pasien.
“1st Ferron CVM Summit” dihadiri oleh ratusan dokter yang tergabung dalam PERKENI. Dalam acara tersebut, Ferron juga mendirikan booth Smart Pharma Company yang menggambarkan teknologi di fasilitas produksi Ferron. Selain itu juga terdapat booth produk-produk unggulan PT Ferron Par Pharmaceuticals seperti Glumin XR, Fonylin MR, Telsat, Rosufer, Ezefer, PGB, dan lain-lain.



