Di tengah meningkatnya penggunaan obat herbal di dunia, hanya sedikit yang benar-benar dikembangkan secara ilmiah dan didukung uji klinis yang kuat. DLBS hadir menjawab kebutuhan ini melalui pengembangan Obat Modern Alami Integratif yakni produk berbasis fraksi bioaktif, dengan mekanisme kerja yang jelas dan telah teruji klinis (fitofarmaka) sesuai Good Clinical Practice. Komitmen ini ditunjukkan DLBS dalam ajang Convention on Pharmaceutical Ingredients (CPHI) di Frankfurt, Jerman, 28–30 Oktober 2025.
Hadir dalam acara ini Pimpinan Dexa Group Bapak Ferry Soetikno, Komisaris Dexa Group Ibu Gracianti Soetikno, Head of Digital Ecosystem Development Singapore Dexa International Business Ibu Tifanny Robyn Soetikno, serta jajaran direksi dan manajemen Dexa Group.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan bahan alam terbesar di dunia, khususnya untuk tanaman obat. Namun, baru sebagian kecil yang berhasil dikembangkan menjadi produk yang terstandarisasi dan memenuhi regulasi. DLBS hadir untuk mengubah hal tersebut dengan menghadirkan inovasi berbasis biodiversitas yang reproducible, memiliki mekanisme kerja yang jelas, serta tervalidasi secara klinis—sehingga mampu memenuhi standar dan ekspektasi pasar global.
Pada CPHI Frankfurt, tiga inovasi ilmiah menjadi sorotan. Inlacin, dengan dukungan publikasi ilmiah bereputasi, menunjukkan peningkatan bermakna terhadap sensitivitas insulin. Redacid menghadirkan fraksi bioaktif terstandar berbasis kayu manis untuk penanganan dispepsia. Veprolin menunjukkan kemajuan dalam riset hepatoprotektif, di tengah meningkatnya penyakit hati metabolik yang kini memengaruhi satu dari empat orang dewasa di dunia.
Dengan kemampuan penemuan molekuler, validasi klinis, serta kapasitas produksi hingga miliaran unit di bawah Dexa Group, DLBS menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain paling kredibel dalam pengembangan obat alami berbasis bukti di tingkat global.
Inilah arah baru obat alami modern: mekanisme yang transparan, bahan aktif yang terdefinisi, dan hasil klinis yang tervalidasi. DLBS berada di garis depan pergerakan ini—berawal dari Indonesia, menuju pasar dunia.

