Dexa Group turut berpartisipasi dalam acara Penggalangan Komitmen Maturitas Industri Farmasi yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Kepala BPOM RI, Bapak Taruna Ikrar dalam sambutannya menegaskan komitmen untuk meningkatkan kepatuhan industri farmasi terhadap regulasi dan standar yang berlaku.

“Maturitas merupakan proses pertumbuhan menjadi semakin dewasa, yang bermanifestasi dalam setiap aspek kehidupan. Pada konteks maturitas industri farmasi, melihat tantangan yang kian besar di masa depan, industri farmasi yang jumlahnya besar di Indonesia diharapkan dapat masuk ke level yang tinggi, siap masuk pasar global,” tutur Bapak Taruna pada acara yang diselenggarakan di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2024).

Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Dexa Group Bapak Ferry Soetikno, Presiden Direktur PT Dexa Medica Bapak V Hery Sutanto, Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals Bapak Benny Sutisna Suwarno, dan Quality Management Director Dexa Group Antonia Retno Tyas Utami. Selain itu hadir pula Ketum GP Farmasi Bapak Tirto Kusnadi, Direktur Eksekutif GP Farmasi Bapak Elfiano Rizaldi, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Rita Endang, serta Direktur Utama PT Kalbe Farma Sie Djohan.

Dalam acara ini, Pimpinan Dexa Group Bapak Ferry Soetikno turut menandatangani penggalangan Komitmen Peningkatan Maturitas Industri Farmasi di Indonesia: Kolaborasi menuju Kemandirian Industri Farmasi demi Kemajuan dan Peningkatan Daya Saing Produk Dalam Negeri. Selain itu, Kepala BPOM, Dirut PT Kalbe Farma dan Ketum GP Farmasi juga turut menandatangani.

“Kami mengapresiasi BPOM yang telah menginisiasi penggalangan komitmen ini. Tentunya ini menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing bagi industri farmasi,” tutur Bapak Ferry.

Senada dengan Bapak Ferry, Bapak V Hery menegaskan komitmen Dexa untuk senantiasa menghadirkan produk-produk berkualitas. “Dexa Group sangat terbantu oleh pembinaan dan pengawasan dari Badan POM. Peran BPOM sangat besar dalam memberikan sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB),” ungkap Bapak Hery.

Selanjutnya pada sesi Focus Group Discussion, Bapak Benny memaparkan perjalanan Ferron sejak didirikan yang terus berkomitmen untuk kualitas. Bapak Benny menegaskan, kualitas merupakan aspek yang harus dibentuk secara sistematis.

“Ada satu aspek yang penting yakni kualitas, yang perlu menjadi prioritas. Kualitas tak bisa terjadi dengan sendirinya, harus dibentuk secara sistematis,” ujar Bapak Benny.

Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes Ibu Dita Novianti dalam kesempatan tersebut memaparkan tentang Transformasi Kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah. Menurut beliau, kemandirian industri farmasi termasuk dalam pilar ketiga Transformasi Kesehatan.

Kepala BPOM Mengunjungi Booth Dexa Group

Sejumlah industri farmasi juga mendirikan booth dalam acara ini. Dexa Group mengusung konsep Smart Pharma Factory 4.0 pada booth yang menarik perhatian Kepala BPOM Bapak Taruna Ikrar.

Saat berkunjung ke booth Dexa Group, Bapak Taruna Ikrar berdiskusi dengan Bapak Ferry, Bapak Benny, dan Bapak V Hery. Bapak Benny pun menjelaskan bahwa produk-produk Dexa Group telah diekspor ke mancanegara di 3 benua. Selain itu Bapak Benny juga menjelaskan mengenai Quality System Maturity Model yang diterapkan oleh Dexa Group.